Iyyaaalah Kalo berkabut gimana bisa memandang dgn jernih. Banyak kecelakaan di jalan raya akibat kabut turun. Bila kabut sangat tebal lampu kabut mobil pun tak bisa tembus,jarak pandang sangat pendek.
Lanjutkan Perjalanan atau berhenti ? Ada ketakutan dalam diri bila perjalanan dilanjutkan bisa nabrak mobil di depan kita, bila berhenti bisa jadi malahan mobil kita yang ditabrak dari belakang.
Ternyata KABUT pun bisa turun di PIKIRAN kita .
Umi pun pernah mengalami masa berkabut ( bukan berkabung ) .Kabut tebal yang turun di pikiranku, dan akibatnya lampu-lampu yg Umi anggap sebagai sumber cahaya (Cahaya : ilmu,pengetahuan,iman,nasehat dll = saat itu tingkat sadar diri ku rendah ) untuk menerangi diri Umi tak bisa berfungsi dengan baik, dan hasilnya adalah kekalutan .Cara pandang terhdap masalah yang sangat sempit dan terbatas seolah-olah tidak ada jalan lain dan mentok sudah.
Kalo sedang berkabut apa yang harus dilakukan supaya perjalanan ini selamat ?
Nah masalahnya gimana cara menghilangkan kabut di pikiran ?.
Kalo Umi sih berusaha meyakinkan diri untuk tetap tenang ( walo rada-rada susah juga ), afirmasi diri nya begini : ”Tenang Iin ,jangan panik ini Cuma sementara aja kok paling 1 atau 2 hari aja ,pasti akan ada jalan dan ada Malaikat NYA yang akan menolong & melindungi mu ” ini selalu Umi ulang-ulang ( ini zikir nya Umi karena bikin hati Umi jadi tenang) . Dan Umi paling gak mau ambil keputusan2 karena pertimbangannya biasanya jadi gak luas (jarak pandang pendek /terbatas). Dan tanpa Umi sadari , tiba-tiba aja Umi bisa tercerahkan tuh ,hati lapang ,pikiran jernih , jalan keluar masalah terbuka dan jadi banyak alternatifnya ......... nah ini berarti kesadaran diri nya dah dapet lagi.
Sama seperti kabut untuk hilang dan menguap butuh waktu begitu juga pikiran berkabut ,kecepatan hilangnya pikiran butek itu setiap orang butuh waktu yang berbeda dan cara yang berbeda pula.Cara yang Umi pakai kadang berhasil kadang juga tidak , butuh waktu yang lebih panjang sampai berhari-hari berminggu-minggu belum juga hilang (abis berat banget SOAL NYA, harus sering2 konsultasi/minta petunjuk ma yang kasih SOAL ).
So, Jadi jangan paksa dirimu untuk mengusir kabut yang turun, yang bisa kamu lakukan paksa dirimu untuk tetap tenang dan meyakinkan diri : ini Cuma sementara , kabut akan menguap dan cuaca kembali cerah begitu pula diri mu . ( Duh.. Umi bisanya kasih nasehat ajah ).
02 Februari 2008
KALO ADA KABUT KENAPA JADI KALUT ?
Apa yang kamu lakukan bila kabut turun saat mengemudi mobil ?
Sama seperti sedang mengendarai mobil ( Emang Umi dah bisa stir mobil ? he..he... inikah Cuma analogi sajah ) tetaplah berjalan jangan berhenti pelan-pelan saja dan tingkatkan konsentrasi pada pandangan di depan .Percaya deh secara alamiyah kabut pun akan menguap lenyap sendiri ke langit berubah menjadi titik-titik air dan cuacapun akan cerah kembali .
Oh iya ... walau masih berkabut ,aktifitas mu jangan berhenti ya ,terus aja jalanin walau rasanya tidak nyaman .Tapi kalo bapak2 ( Lelaki maksud nya ) lebih milih masuk ke GUA ya kalo lagi butek pikirannya , bener gak seeh ?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


2 komentar:
saat ini saya sedang mendapatkan kabut dalam jalan panjang ini Umi...
Salam...Rosullalloh saw, pernah mengibaratkan hati manusia itu seakan berada di antara jepitan Yang Membolak-balikkan hati. (kurang lebih begitu..Umi pasti pernah mendengarnya) sepakat dengan pengibaratan Umi..kita ini seperti sedang mengendara, karena siang dan malam adalah kendaraan menuju akhirat...hati-hati kalau nyetir! he he..semoga keselamatan bagi kita semua
Posting Komentar