14 Februari 2008

MENGAPA KAMU MEMILIH UNTUK MEMPUNYAI PASANGAN HIDUP ?

Pernahkah kamu bertanya pada dirimu :
Mengapa aku memilih untuk mempunyai pasangan hidup ?
Mengapa aku menikah ?
Apa yang aku dapat dari pernikahan ku ?
Bagaimana kehidupanku setelah menjalani kehidupan bersama pasangan hidupku ?

Jawabannya gak boleh normatif dan dilarang jawab Just having fun ( yang udah menikah gak mungkin jawab ini he..he.. ).
Cobalah bertanya pada lubuk hatimu yang terdalam .
( Umi nih ribeeet amet , pake nanya2 yang kayak gitu )
Jadi inget waktu baru menikah ,gak kerasa ternyata dah hampir 19 tahun usia pernikahanku .Saat itu Umi 22 & Abi 23 thn, dah berani kawin padahal kuliahnya belom pada kelar.. Pertanyaan2diatas pun baru Umi sadari beberapa hari yang lalu, dulu juga gak kepikir tuh yang penting Umi jalanin ajaaah.



Manusia di ciptakan Sang Khalik untuk saling berpasangan (QS Ar Rum :21 ;ayat ini sering ditulis diundangan perkawinan).
Kenapa kita harus berpasangan , kalo hidup sendirian tanpa pasangan juga merasa nyaman kok?
Kenapa Tuhan memberi kita pasangan hidup jika dengan menikah hidup jadi dipenuhi dengan kewajiban-kewajiban yang membelenggu ?

Pada kenyataannya kita adalah mahluknya yg tidak sempurna dan dengan berpasangan, Allah berkehendak untuk menyempurnakan diri kita sebagai manusia. Kekasihmu di hadirkan Tuhan untuk melengkapi dirimu.
Karena JIWA & RUH kita terus tumbuh dan berkembang ,yang bisa optimal pertumbuhan & perkembangan bila ada pasangan nya.

Umi & Abi seperti sedang bermain tarik tambang ,saling tarik & ulur untuk bisa memiliki tarikan yang seimbang sehingga Umi & Abi tetap kokoh berdiri dan tidak ada yang terjatuh.

Bersamanya Kita akan terus belajar untuk saling melengkapi, saling menerima apa adanya, saling memberi , saling mencintai ,saling memaaafkan hingga kita tumbuh menjadi seorang manusia yang penuh kasih (suka memberi) & jiwa menjadi tenang.


Berjalan dalam ikatan pernikahan adalah proses hidup untuk menjadikan Jiwa kita Jiwa yang tenang. Jadi bila nanti kita mati dan “Nafsu Mutmainnah”nya belum kita miliki , paling tidak proses itu sudah kita jalani .Makanya kata Rasulullah “Menikah itu ½ Agama “.

"Hai Jiwa yang tenang & tentram ,kembalilah kepada Rabb mu
dalam keadaan yang ridho dan di ridhoi Nya…"

5 komentar:

Jaloee mengatakan...

setuju mi.. kita hanyalah makhluk2 doif.. jauh dari nilai sempurna

ibnu mengatakan...

Mengapa aku menikah? sepertix setiap kita mudah menjawbx..
Mengapa aku belum nikah? byk yg diem kan.. Blm bisa jawab .. He he..

GagasanRingan mengatakan...

kalo abi nikah umur 23, kalo saya baru planingnya nikah umur segitu umi. dapetnya pas umur 26. alhamdulilah dah, pokoknya sudah dapat 1/2 agama. belum genap 2 tahun sudah dititipin 2 bidadari kecil. subhanallah
tapi saat ini banyak orang yang melek agama juga bimbang menikah di "usia matang". alasan materi adalah hal terbesar penghalangnya. kelihatannya logis sih, tapi alhamdulillah saya adalah orang yang semakain kaya paska menikah. semoga umi dan lainnya juga.
mari kita tunjukan kepada dunia (cieh ...) bahwa menikah adalah solusi bukan masalah. apalagi ditengah kehidupan hedonis dan permisif sekarang ini. serius bolehkan umi?

Anonim mengatakan...

jadi tersendir baca komennya :D

Umi, yang perlu dipersiapkan apa aja ya ?
gimanapun juga kan aku mo nikah
hehehe

ibnu mengatakan...

lg silaturrahim.. mau isi shoutbox tapi lg eror... moga sukses selalu!